Thursday, June 07, 2007

Umurku sudah 1 bulan 9 hari

"Ummi jangan janji2 aja dong? Ayo update ceritaku!!!"

Waaah maaf nak, Ummikan sibuk nyusuin kamu 24 jam nonstop..he.he.. (cari2 alasan). OK cukup deh hiatusnya, sekarang pingin crita2 dikit ttg Syafiq.

Nggak terasa sudah sebulan lebih sedikit Syafiq bersama kami, indahnya tangisan bayi mewarnai rumah kami. Belum lagi suara berisik kakaknya yg selalu ingin mengganggu agar adiknya bermain dengannya. Sudah dijelaskan berpuluh2 kali kepada Fawwaz, kalau Syafiq harus banyak bobo. Tapi teteb ajah Fawwaz cium2in terus adiknya supaya bangun. Repooot deh Ummi jadinya, tapi yaa senang2 ajah. Walopun kantong mata Ummi dah item2 karena kurang tidur, yaa bagaimana lagi ada 2 jagoan yg terus ajah ber-action gak berhenti2. (wooooooaaaah ngantuk nih Ummi!).

Tadinya mau gaya, Syafiq tidur di kamar bayi. Ternyata kalau baca buku keluaran sekarang, mereka menyarankan agar bayi kita tidur sekamar dengan kita minimal sampai 6 bulan. Coba deh kalau gak percaya, baca ajah pamflet2 terbarunya "MOTHER CARE", ada loh saran2 kayak ginih. Jadilah "coat"-nya Syafiq masuk ke kamar kita. Alasannya sih, supaya kita bisa mengkontrol dengan mudah bayi kita, dan ibunya gak capek bulak balik. Tapi ada juga yg beralasan pakai "Baby walkie talkie" itu loh alarm suara yg bisa kita dengarin kalau dia nangis, tapi lemahnya kalau kita tertidur pulas atau alatnya geser sehingga tidak terdengar, lah jadinya teteb ajah kita nggak tau bayinya kenapa2.

Nah, urusan kamar2an ternyata nggak mudah. Fawwaz secara tidak langsung terusir, alias mulai pindah kamar. Dia mulai menempati kamar terbarunya sejak 2 minggu lalu. Awalnya tidak ada masalah, karena kita jelaskan kepada Fawwaz, bahwa sudah saatnya dia tidur sendiri. Lagian tidur malam Fawwaz bakalan terganggu dengan suara adik Syafiq yg menangis tengah malam entah karena pipis, pupup ataupun minta susunya Ummi.

Nggak disangka, kemarin Fawwaz tiba2 ngambek. Dia bilang begini,"Ummi, aku nggak mau dipanggil kakak lagi. Aku nggak mau punya adik!" (Nah lho!!). Ummi balik tanya, "Memangnya kenapa nak?". Langsung dia jawab tanpa jeda," Soalnya aku disuruh tidur sendiri, aku nggak boleh tidur sama Ummi dan Abi lagi." Terus Fawwaz langsung tutupin mukanya pakai bantal.

"Aduh kasihan anak Ummi." Sambil aku peluk lamaaaa sekali. "Maafkan Ummi dan Abi yaa sayang, Fawwaz masih mau tidur sama Ummi?" Dia mengangguk. "Oke malam ini boleh kok tidur sama Ummi lagi, tapi nggak apa2kan kalau adik nangis terus?". "Iyah, nggak apa2 kok Ummi."

Malamnya, Fawwaz terganggu sekali tidurnya, sampai2 paginya terlambat masuk ke sekolah karena bangun kesiangan akibat tidurnya tidak bisa nyenyak. Pulang sekolah ada kejutan dari Fawwaz," Ummi nanti malam aku tidur sendiri lagi deh." Ummi balik tanya lagi," Memangnya kenapa". "Aku capek, nggak bisa tidur kalau dengar adik nangis," jawab Fawwaz.

Alhamdulillaah, kata Ummi membatin. Tanpa susah payah menjelaskan, dan tanpa perdebatan Fawwaz bisa memahami dan mau dengan kesadarannya sendiri untuk pisah kamar dengan kami dan mulai tidur sendiri. Lalu Ummi angkat jempol dan bilang," Alhamdulillaah, hebat deh Kakak Fawwaz. Sudah besar, umurnya sudah 5 tahun dan sudah pintar tidur sendiri." Ummi peluk lagi dan ciumin Fawwaz berkali2.



Foto diambil, pas Syafiq mandi pakai shower....byuuuuuurrrr

Ehhh, kok malah jadi cerita Fawwaz. Ttg Syafiq, belum banyak yg bisa diceritakan. Syafiq sudah imunisasi Hepatitis B, lalu pupupnya sering karena minum ASI dan berat badannya sudah naik 1 kilo 4 ons gituh, Alhamdulillaah. Sing penting, pantengin ajah tuh fotonya Syafiq, sudah kelihatan pipinya endutkan? Yg beda ada lagi, coba deh perhatikan. Sewaktu baru lahir, suster bilang," Wah bu bayinya nggak ada tanda di badannya." Ternyata setelah sebulan lebih tandanya muncul di dahinya tepat di tengah2, seperti INDIAHE...hi..hi.. Syafiq juga sudah di cukur habis pas umurnya 14 hari. Rambutnya sudah tumbuh lagi tuh.

Oh iyah, tayangan OPRAH beberapa waktu lalu ttg bahasa bayi, berguna sekali lho. Nih singkatnya begini, ternyata sampai umur 3 bulan kita bisa mengindentifikasi suara bayi jika dia membutuhkan sesuatu.

Kalau bayinya bilang "NEH", berarti "Saya lapar" (waktunya kita beri susu)
Kalau bayinya bilang "EH", berarti "Saya mau diangkat dan ditepuk2 punggungnya supaya burping"
Kalau bayinya bilang "HAH", berarti "Saya nggak nyaman" (entah pipis, pupup ataupun minta ganti posisi atau minta di gendong)
Kalau bayinya bilang "ORGH", berarti "Saya mau pipis atau pupup"
Kalau bayinya bilang "OWH", berarti "Saya mengantuk"

Tips ini Ummi praktekkan dan berguna sekali, sekarang Ummi sudah bisa tidur bareng bayinya, karena setiap dia menangis malam Ummi tahu kemauannya apa. Dengarkan saja rengekan pertamanya, nah setelah itu kita lakukan apa mau bayi kita. Selamat mencoba yaa.