Pages

Monday, March 26, 2007

Banyak Cerita

MULAI DARI HAJI

Waaa udah basi kaleeee. Janji mau cerita ttg sepulang haji, malah si Ummi baru nongol lagi, hapunten pisan yaa prens. Jadi karena udah kelewat lama, Ummi hanya mau kasih kesan sedikit ttg haji kemarin.

Nikmat dan syahdu, itu rasa yg Ummi dapatkan sewaktu haji kemarin. Haru biru menginjakkan kaki di Baitullaah. Merasakan keheningan wukuf dan kebersamaan di Mina dgn seluruh jamaah haji sedunia. Kenangan yg tidak akan terlupakan.

Takut jika Allah tidak mengampuni dosa2 yg telah Ummi buat ataupun belum, harap yg terucap dari bibir kering karena cuaca gurun.

Ingin kembali ke sana dan memohon umur panjang, agar Ummi terus di berikan hidayah ketakwaan iman dan ilmu.

So, teman-teman yang sudah punya budget utk Haji. Segeralah niatkan dan berangkat, mumpung umur masih dikandung badan, mumpung kesehatan masih diberikan oleh Allah. Berjuanglah seperti perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Ibunda nabi Ismail AS, Hajar dalam berhaji, Insya Allah. Aamiin.

**************

BABY BUMP

Well, Insya Allah calon adik Fawwaz akan lahiran sekitar bulan Mei 2007. Doakan yaa. Insya Allah nanti akan ada 2 jagoan sholeh yang akan menemani hari2 Ummi dan Abi. Yap, betul. Adik Fawwaz Insya Allah laki-laki. Mudah2an kami terus diberikan kesehatan olah Allah, sehingga lancar menjelang lahiran nanti.

Banyak yang tanya kok Ummi jarang update? Sambil ngeles Ummi jawab, bawaan orok..... weeee maaf ya dek. Itu cuman alasan doang kok..he.he.. sebenarnya emang lagi males aja kalee...

Nah tuh, udah guuuedeee bangetkan peyutnya?

***************

"UMMI, AKU MALU."


Sabtu tanggal 24 Maret lalu ada Performance Gathering di sekolah Fawwaz. Kelasnya Fawwaz kebagian unjuk gigi mempertunjukan drama "Snow White and the 7 Drawfts". Tadinya Fawwaz kebagian peran menjadi salah satu kurcacinya. Tiba2 setelah latihan beberapa kali, Ibu Guru Fawwaz punya ide. Fawwaz di keluarkan daei perannya dan akan di munculkan solo, untuk membacakan buku cerita.

Pertimbangan ini dilakukan karena Fawwaz sudah lancar membaca dalam bahasa Indonesia pun bahasa Inggris. Bahkan pelajaran bahasa arabnya sudah Iqro 3. Alhamdulillaah, jika memang demikian.

Namun yang terjadi adalah, Fawwaz ngambek. Dia sedih banget dikeluarkan dari drama secara mendadak dan performancenya akan berbeda dengan teman-teman sekelasnya. Hal ini terjadi, karena Fawwaz udah senang banget dapet peran kurcaci dan bisa bermain bersama teman2nya yg lain.

Selama 2 minggu sebelum hari Performance datang, Fawwaz sama sekali tidak mau latihan dan belum memilih buku cerita mana yang akan dia baca nanti. Nah, yg bingung dan sedih yaa Ummi juga. Segala cara sudah Ummi tempuh, merayu, memohon dan menjelaskan alasan kenapa Fawwaz tidak jadi kurcaci.. Bahkan Ummi sempat konsulatsi lagi kepada Ibu gurunya agar Fawwaz kembali mendapatkan peran kurcaci. Apa daya, peran pengganti Fawwaz sudah latihan selama 2 minggu tersebut. Jadilah Fawwaz tetap pada rencana untuk membacakan buku cerita pada performance nanti.

Minggu terakhir sebelum acara, ibu guru punya ide. Dia memberikan hadiah untuk Fawwaz asalkan Fawwaz mau membaca buku cerita dalam bahasa Inggris secara solo. Ide itu tampaknya berhasil, Fawwaz mulai mau latihan dan sudah memilih buku cerita utk dibacakan nanti.

Hari itu akhirnya tiba, Fawwaz mendapatkan giliran nomor 3 untuk Perform. Setelah menaiki 3 steps tangga menuju ke panggung, tiba2 dia turun dan berlari ke arah Ummi sambil memeluk erat2. "Ummi aku tidak mau!" jeritnya. Waaa, ibu guru kalang kabut merayu Fawwaz utk kembali ke panggung bersama buku cerita yg sudah dia pegang. Tapi Fawwaz tetap menggelengkan kepalanya dan terus memeluk Ummi kencang sekali.

Kembali rayuan maut Ummi lancarkan, tetap Fawwaz tidak bergeming. Sampai seluruh performance sudah terjadi di atas panggung, Fawwaz tetap bersikukuh tidak mau melakukan shownya. Akhirnya hari itu berakhir dan buku cerita Fawwaz tetap ada di genggaman Fawwaz tanpa sempat dibuka dan dibacakan dihadapan para orang tua murid yg datang untuk menonton.

Dalam perjalanan pulang di mobil, Ummi bertanya sekali lagi pertanyaan yg sama kepada Fawwaz sejak tadi. Namun Fawwaz belum juga menjawabnya, hanya gelengan kepala saja. Sampai di rumah Ummi ualngi lagi pertanyaan itu," Nak, kenapa tidak mau naik panggung dan membacakan buku ceritanya?"

Akhirnya keluar juga jawabannya," Ummi, aku malu. Banyak sekali yang menonton." Itu saja kalimat yg keluar dari mulutnya.

Ummi hanya tersenyum. Lalu sambil memeluk Fawwaz dengan lembut Ummi katakan," Tidak apa-apa sayang. Walaupun Fawwaz tidak jadi maju dan membacakan buku ceritanya, Ummi tetap sayang kepada Fawwaz. Ummi bangga karena Fawwaz mempunyai rasa malu, karena rasa malu itu sebagian dari iman. Next time, mudah2an Fawwaz bisa maju kepanggung lagi yaaa."

Matanya memandangku dengan lembut dan Fawwaz tersenyum lalu menciumku berkali2. "I Love you Ummi, " pekiknya.

*************