Pages

Sunday, March 26, 2006

Fawwaz's favourite

Sebelumnya, Ummi ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk teman2 semua yang sempat mampir pada postingan yang lalu dan memberikan ucapan selamatnya kepada kami berdua. Terima kasih juga untuk doa2nya, aamiin.

Untuk yang susah banget buka blog Ummi atau cukup lama membukanya, sekalian Ummi minta maaf deh. Karena Ummi senang sekali memposting gambar2 yang berhubungan dengan ceritanya. Jadi memakan waktu lama untuk membuka filenya...sekali lagi mohon dimaafkan.

Oke here we go......
Sekarang ini Fawwaz lagi senang2nya mempelajari Tata Surya dan Alam Semesta. Yah itu, karena dari kecil senang dengan buku2, sampailah ia mengenal susunan Tata Surya kita yaitu Galaksi Bima Sakti. Bahkan ia juga senang sekali bertanya tentang isi dari seluruh alam semesta ini. Subhanallah.

Pengertian yang kami berdua tanamkan kepada Fawwaz sejak dini adalah, bahwa seluruh alam semesta ini adalah ciptaan Allah Ta'ala...tiada yang lain yang dapat menciptakan alam yang begitu maha luas dan maha indah selain hanya Allah semata.



Ensiklopedia tentang Alam Semesta dan Cuaca menjadi buku favorit Fawwaz. Setiap hari setelah pulang sekolah, mau tidur, dan bangun pagi, Fawwaz selalu saja minta di bacakan dan melihat bersama2 buku tersebut. Seluruh nama plante2 di galaksi Bima Sakti sampai jumlah bulan yang ada di tiap2 planet, Fawwaz sudah hapal semua. Ummi sendiri saja takjub banget deh. Hal ini bisa terjadi, karena memang hampir setiap hari Fawwaz selalu membaca buku itu, jadinya hapal deh. Memang daya ingat setiap anak2 itu luar biasa loh...benar deh.

Alhamdulillah, kami mencoba mengembangkan kesenangan Fawwaz tanpa paksaan. Tadinya awal2 kami pikir Fawwaz senang menggambar, ternyata bukan itu. Lalu, kami pikir tadinya Fawwaz senang bermain2 di luar rumah karena memang Fawwaz itu tipe aktif. Ternyata tidak juga.

Namun sekarang, sudah mulai kelihatan kesukaan Fawwaz, yaitu bermain game interaktif di komputer (kami usahakan cari game yg mengasah otak bukan hanya main2 belaka), lalu ia senang sekali membaca dan bertanya apa saja yg ia baca dan akhir2 ini Fawwaz memang senang sekali dengan ilmu alam semesta dan Tata Surya, jadi kami berdua berusaha juga untuk menemani dan menyelami kesukaan Fawwaz.



Tetapi kami juga harus siap2, siapa tahu kesenangan Fawwaz bisa beralih atau berubah ke hal yang lain. Yaaa, namanya juga anak2. Masih bereksplorasi dengan segala yang baru baginya.



3 minggu yang lalu, kami sekeluarga sempat mampir ke Planetarium yang terletak di Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat. Yang berubah dari planetarium adalah kubahnya yg di cat baru. Tetapi film yang disajikan masih sama, masih JADUL (jaman dulu) banget. Belum di perbaharui. Susunan planet2 di Tata Surya masih belum lengkap di jabarkan, juga jumlah bulan di masing2 planet. Jumlahnya masih salah...wah sedih banget yah.

But most of all Fawwaz senang sekali. Padahal waktu itu sudah masuk jam tidur siang Fawwaz, tetapi matanya tetap melek sampai film selesai. Fawwaz sempat juga protes, " Kok planet2nya yang muncul hanya segitu Ummi?" katanya polos. Kami jelaskan kalau waktu pemutaran filmnya terbatas, jadi jumlah planet yang ditampilkan tidak lengkap.

Sedikit keluar dari topik, coba kita perhatikan gambar2 berikut ini:




Against Sun, Earth is like a dot
Let's all of us think about it. Dear friends, where do you find yourself now?
Now imagine the creator of this universe?
Subhanallah


Dan DIAlah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui (6:97)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya) (15:16)

Maka DIA menjadikannya tujuh langit dalam dua hari dan DIA mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (47:12)

Saturday, March 18, 2006

Kejutan manis on our 7th years

Sejak awal Maret Ummi sudah tahu kalau penyanyi JADUL lagu2 romantis yaitu 'Lionel Richie' akan manggung di Jakarta tanggal 17 Maret 2006.

Langsung deh Ummi SMS teman2 yg suka juga sama Mbah-nya lagu2 'Love Songs' ini, utk bisa nonton bareng.

Beberapa hari kemudian dapat balasan dari salah satu teman yg mendapatkan SMS ummi tersebut. Ternyata teteh Maudy n Akang Erik mau ikutan nonton. Jadilah kita janjian mau nonton bareng. Bahkan Erik dan Maudy sudah membeli tiketnya lebih dulu daripada Ummi.

Pas Ummi beritakan hal ini kepada Abi, Ummi sebenarnya harap2 cemas. Karena belum tentu Abi Fawwaz kasih izin utk nonton concert Lionel Richie. Berhubung Abi Fawwaz teh sukanya lagu2 Rock gituh deh, jadinya yah harapan tipis utk bisa di kasih izin sama mantan pacarku ini.

Ternyata tepat tanggal 16 Maret pagi harinya, Abi Fawwaz membangunkan Ummi yg masih samar2 mendengar adzan subuh. Lalu Abi bisik2 ke Ummi kalau Ummi boleh nonton concert Lionel dengan syarat Abi Fawwaz juga ikutan.....waaa surprised banget dah. Saking kagetnya, mata Ummi yg masih lengket karena dibangunin Abi pas sebelum sholat subuh hari itu, langsung melek dan peluk Abi terus cipika cipiki pipi Abi. Dengan gembira Ummi berlari2 kecil menuju ke kamar mandi utk berwudhu.

Sewaktu sarapan, Ummi tanyakan ke Abi tentang alasan Abi membolehkan Ummi utk nonton. Simple ajah Abi menjawab sambil senyum," Yah, itu hadiah utk Ultah Pernikahan kita Mi."

Waduh, haru biru gituh deh perasaan Ummi. Makasih yah Abi.

Alhamdulillahirobbil alaamiin. Kami berdua telah melewatkan tahun ke-7 hidup bersama. Dan setiap tahunnya, kami ungkapkan dengan rasa syukur kepada Allah yang tiada henti dalam sholat2 kami. Kadang2, kami melewatkannya dengan makan malam berdua, atau kadang saling bertukar kartu ucapan. Tapi tahun ini, yah kebetulan saja rizkinya kebagian nonton concert yang bakalan romantis abis lagu2nya...uuuhuuy. Insya Allah tahun depan kami masih diberikan umur oleh Allah untuk menjalani bahtera rumah tangga kami..aammiin.

Walaupun detik2 terakhir beli tiket, Alhamdulillah masih kedapatan. Namun, tempat duduk kami berdua dengan Teteh Maudy dan Akang Erik berbeda beberapa row. jadi gak bisa Double date deh. Yo wis, gak pa2 yg paling penting adalah Ummi bisa menikmati pertunjukan 'si embah lagu cinta' dengan saumiku tercinta.

Gak sangka gak dinyana, Abi Fawwaz ternyata hafal juga lagu2nya. Dari awal sampai selesai concert, kami berdua nyanyi kayak di karaoke. Untungnya adalah gak ada yg dengar kalau suara kami berdua sember ember..ha.ha..karena ketutup sama suara semua penonton yg juga ikut nyanyi, jadi gak masalah. Ada di beberapa lagu, Abi peluk Ummi, terus pegang tangan Ummi....waaaa serasa muda lagi euuuy. Jangan ngiri yah?..hi..hi..




Most of all Ummi puas banget sama penampilan Mr. Richie, tapi penampilannya sebentar banget. Kira2 cuman satu jam. Kalau gak dihitung jeda komunikasi antara Mr. Richie dgn penonton, maka performance nyanyinya sendiri gak lebih dari 45 menit saja. Rugi? gak juga sih. Dari pada harus ke Amerika utk nonton concertnya...yah mending begini.

Semua lagu2 hitsnya dibawakan, tetapi banyak yg dinyanyikan secara 'Medley' Dari era 'The Commodores' sampai 2 lagu dari Album terbarunya juga dibawakan. But, yg paling membuka memori adalah dikala tembang2 seperti 'Hello', 'Say You Say Me', 'Trully', 'Dancing on the ceiling','Easy' dilantunkan. Banyak penonton ikut bernyayi dan rata2 hafal liriknya. Sampai lagu terakhir yaitu 'All Night Long' semua ikut bernyanyi...seruu...

Sang promotor yg mendatangkan Mr. Richie sungguh tidak jeli. Promotor banyak menghabiskan dana di setting dekorasi pada ruang selamat datang untuk menyambut penonton yg datang, padahal menurut Ummi itu tidak perlu, hanya menghabiskan dana saja.

Padahal mungkin kalau hal itu ditiadakan, bisa saja Mr. Richie menyanyi sampai 2 jam dan tidak di 'Medley'-kan. Karena menurut pengamatan Ummi, sepertinya Mr. Richie di bayar berdasarkan lama manggung, bukan dengan banyaknya lagu yg dibawakan. Karena saat diperhatikan, semua lagu hits dari era 'The Commodores' sampai hits semasa solo karirnya lengkap di nyanyikan malam itu. Hanya saja dipotong2 lagunya, jadi dinyanyikannya tidak sampai habis. Akhirnya belum pas sejam, concert sudah berakhir.

Pada pintu masuk JHCC di setting dekorasi ala tahun 40'an lengkap dengan beberapa mobil 'Chevrolet' keluaran tahun itu dan juga para penari yg jumlahnya lumayan banyak untuk menyambut penonton yg datang.

Para penari melakukan tarian dari 5 lagu hits Mr. Richie yg di set ala Broadway. Dengan diputarnya kencang2 lagu2 Mr. Richie sebelum concert dimulai, kesan kangen dan 'greget wah' saat mendengar concertnya langsung jadi berkurang, karena para penonton yg hadir sempat menunggu lama dan disuguhkan atraksi serta lagu2 yg diputar ulang terus menerus.

Dari jam 7 yang dijanjikan panitia, concert baru mulai sekitar jam 9 malam dan selesai persis jam 10 lebih sedikit.



Balik lagi ke cerita ttg 7 tahun perjalanan pernikahan kami. Mau tahu kapan tanggal tepatnya kami menikah? Monggo, silahkan click cerita yang lalu di sini.

Monday, March 13, 2006

Yang ketinggalan dari SYDNEY

Lanjut sedikiiiiit lagi deh, soalnya yang ini sayang kalau gak diceritaain.

Habis dari New Zealand, pesewat kita mampir di Sydney lagi. Dan kita kedapatan 2 malam lagi di sana.

Sebelum berangkat Ummi sudah atur jadwal kopdar dengan beberapa anggota Blogfam di Sydney.

Alhamdulillah, Ummi senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan celeb-nya dunia perbloggeran. Yah, siapa lagi kalau bukan Keluarga Nugraha.


Ki-ka: Ummu Fawwaz, Mamah Astri, Deeja dan Lili (ini yang photo Mas Hendra, daddy-nya Deeja)

Akhirnya bisa ketemu Deeja yang cantik dan imut.

Kami janjian sekitar habis lunch time tangal 7 January 2006, di Lobby Hotel tempat Ummi menginap di daerah Harbour Front.

But, karena suatu hal akhirnya kami ngaret baru bertemu jam 3 sore. Walhasil pertemuan dilakukan cuman sebentar. Gak lebih dari dua jam. Karena selepas itu Ummi dan keluarga sudah ada jadwal lain.

Keluarga Blogfam yang ikutan juga ngumpul bareng Mamah Astri, Deeja dan Ummi adalah Lili (wah namanya sama dengan Ummi). Lili sudah lama tinggal di Sydney, hampir 5 tahunan. Setelah lulus kuliah di Sydney, Lili meneruskan untuk bekerja juga di sana.

Walaupun kopdarannya sedikit orang, tapi seru juga. Ditambah lagi Fawwaz ngambek saat itu. Padahal sebelumnya dia antusias banget akan bertemu dengan Deeja. Tapi karena jadwalnya pertemuannya dimundurkan menjadi jam 3, maka Fawwaz sudah mulai mengantuk. Dan jadilah dia ngambek. Ngambeknya sih gak tantrum ataupun menangis, tetapi ia gak bisa duduk diam bareng2 Deeja. Fawwaz hanya muter2in Lobby sambil main pintu lift dan keluar masuk pintu lobby hotel...wah pusing deh lihatnya.

Wednesday, March 08, 2006

Met the "La Tahzan's" Author

Suatu sore, hari Kamis tanggal 2 Maret 2006 minggu lalu, Ummi mendapatkan sebuah SMS yang membuat kaget dan haru. SMS tersebut dari seorang saudari dan sahabat Ummi tercinta, Mbak Vivin.

Mbak Vivin mengabarkan dan sekaligus mengundang Ummi serta Abi Fawwaz untuk menghadiri pertemuan dan ceramah singkat dengan penulis muslim terkenal dari Arab Saudi, DR. 'Aidh Al-Qarni.

Pertemuan tersebut akan dilangsungkan di kediaman bapak Menteri Pemuda dan Olah Raga, Bpk. Adhyaksa Dault, pada hari Minggu tanggal 5 Maret 2006 jam 4 sore (ba'da Ashar).

Gayung bersambut, Ummi langsung me-reply SMS dari Mbak Vivin
dengan semangat. "Insya Allah, Ummi dan Abi hadir Ahad minggu ini." Demikian bunyi SMS Ummi kepada mbak Vivin.


Ki-Ka: Penterjemah (maaf lupa namanya), DR. 'Aidh Al-Qarni, Pak Adhyaksa Dault

DR. 'Aidh Al-Qarni datang ke Indonesia dalam rangka menjadi tamu pembicara dalam 'Islamic Book Fair' yang berlangsung sejak dari tanggal Awal Maret lalu dan akan berakhir s/d tgl 12 Maret nanti di Istora Senayan, Jakarta. Beliau menyempatkan diri untuk berbicara di forum tersebut hari Jumat tanggal 4 Maret 2006.

Sayang sekali, Ummi tidak bisa hadir di Istora Senayan pada hari Jumat itu. Namun, dengan adanya undangan dari mbak Vivin via SMS, terbayarlah rasa keingin tahuan Ummi untuk dapat bertemu dan bertatap langsung dengan penulis handal tersebut. Kebetulan Mbak Vivin kenal dengan istri Pak Menpora kita, yaitu Ibu Mira Dault.

Sudah banyak buku dan puisi yang ditulis oleh beliau, salah satunya 'La Tahzan' (artinya: 'Jangan Bersedih') yang menjadi 'Buku Terlaris" dikalangan Muslim seantero jagad. Alhamdulillah.

Latar belakang beliau aktif menulis tatkala beliau dipenjarakan oleh Raja Arab Saudi, karena menulis di media masa tentang ketidak setujuannya menentang kebijakan raja Arab Saudi yang pada waktu itu memohon Amerika untuk membantu mengamankan daratan Timur Tengah dari ancaman Presiden Irak, Sadam Hussein, yang kala itu ingin menguasai Kuwait. Jadilah beliau dipenjarakan.

Nah, pada seratus hari pertama di penjara itulah beliau menulis 100 halaman pertama buku 'La Tahzan'. Informasi ini Ummi dapatkan dari mulut DR. 'Aidh Al-Qurni sendiri dalam ceramah pembukaanya di rumah kediaman Pak Menpora.


Ibu Mira paling kiri dan paling kanan adalah kakak kandung dari DR. 'Aidh ikut hadir mendampingi.

Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang DR. 'Aidh Al-Qurni, silahkan bacalah buku2 beliau. Pada kata pengantar, cukup lengkap ditulis tentang profile beliau.

Sebelumnya, Pak Menpora sempat membuka acara dengan menceritakan sedikit pengalamannya dengan buku 'La Tahzan' tersebut.

"Ada salah satu suami dari pegawai di kantornya menderita suatu penyakit. Setelah di diagnosa oleh dokter, kesimpulannya adalah untuk segera dilakukan operasi. Namun resiko operasi tersebut sangat besar. Jika gagal operasinya, maka orang tersebut akan lumpuh dan jika berhasil akan selamat. Jadi kesempatannya 50-50. Berhari-hari orang tersebut belum mengambil keputusan.

Suatu hari Ibu Mira, istri pak Menpora, memberikan buku 'La Tahzan' kepada orang tersebut untuk dibaca. Dalam waktu seminggu orang tersebut menghabiskan waktu untuk membacanya dan suatu hari, pak Menpora mendapatkan telepon dari orang tersebut. Orang tersebut mengucapkan terima kasih kepada Ibu Mira dan pak Menpora telah memberikan buku 'La Tahzan' kepadanya. Sehingga ia berani memutuskan untuk operasi apapun resikonya, orang tersebut menyatakan bahwa perasaan takut dan bimbang telah hilang seletah ia membaca buku tersebut, dibantu juga dengan berdoa kepada Allah tentunya. Alhamdulillah."


Pak Menpora sempat berlama2 memberikan tausiahnya kepada tamu yang hadir, karena dikabarkan bahwa DR. 'Aidh Al-Qarni belum bisa datang pada jam 4 sore. Beliau baru bisa datang selepas Maghrib. Hal itu dikarenakan kondisi beliau yg lelah setelah berkeliling memenuhi undangan di berbagai tempat di Jakarta.

Alhamdulillah, setelah kami semua selesai sholat Maghrib berjamaah, sosok yang ditunggu2 datang jua. Waktu beliau di rumah pak Menpora juga tidak lama, kira2 kurang dari 2 jam beliau sudah harus pergi lagi memenuhi undangan di tempat lain.

Namun, pertemuan yang singkat itu memberikan kesan kepada Ummi. Bahwa sosok DR. 'Aidh Al-Qarni sangatlah humble, berpendidikan dan juga lembut. Beliau menyelesaikan progam Doktoralnya dalam bidang Hadist di Fakultas Ushuluddin di Al-Imam Islamic University, Riyadh. Beliau juga hafiz Al-Quran, hafal 5000 hadits dan lebih dari 10.000 bait syair Arab kuno hingga modern, Subhanallah.

Tujuan Ummi memposting hal ini, bukan untuk promosi bukunya ataupun promosi tentang penulisnya. Tetapi, Ummi ingin mengajak teman2 semua utk hobi membaca. Membaca buku2 yang bermanfaat, buku2 yang positif dan juga buku2 yg dapat menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Insya Allah.

Ummi sendiri baru punya 2 buah buku karangan DR. 'Aidh Al-Qarni yaitu 'La Tahzan' dan satu lagi 'Menjadi Wanita Paling Bahagia'. Alhamdulillah, saat itu tamu yg hadir dan membawa buku beliau diberikan kesempatan untuk mendapatkan tanda tangan dalam bukunya. Buku Ummi juga salah satu yang ditanda tangan oleh beliau.


Abi Fawwaz berdiri di sebelah kiri DR. 'Aidh Al-Qarni, selepas acara dan berbincang2 sejenak sebelum meninggalkan kediaman pak Menteri.

Menutup postinganan, Ummi kutip sedikit syair dari penulis dalam buku 'La Tahzan':

Kutanamkan di dalamnya mutiara, hingga tiba saatnya ia dapat
Menyinari tanpa mentari dan berjalan di malam hari tanpa rembulan
Karena kedua matanya ibarat sihir dan keningnya laksana pedang India
Milik Allah-lah setiap bulu mata, leher dan kulit yang indah mempesona

Wednesday, March 01, 2006