Pages

Thursday, February 23, 2006

Remarkable Queenstown and Amazing Milford Sound

Alhamdulillah, setelah bertarung dengan ERROR Comment di box archives, akhirnya ketemu juga solusinya.

Sampai seminggu lebih utak atik template yg salah ketik, sampe gak bisa dibuka tuh box archive-nya, dan hari ini akhirnya bisa juga.

Sebelumnya Ummi mau jelaskan kepada teman2 bahwa Ummi sudah ada di Jakarta lagi sejak 10 Januari 2006 lalu. Postingan sebelumnya tentang liburan di Aussie dan NZ, Ummi posting pas sudah di rumah. Jadi teman-teman yang mengira bahwa Ummi masih jalan2...weeee kecele' deh.

Well, sekalian mau ralat postingan terakhir tentang suku Maori yang ternyata berasal dari polinesia di pasifik selatan, mereka menyebutnya hawaiki, yaitu cook islands, hawaii dan tahiti. Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini, Terima kasih untuk Ummi Hani yang sudah meralat ttg suku Maori di postingan yg lalu.

Lanjut.....
31 December 2006
QUEENSTOWN

Dari Chirstchurch menuju Queenstown sangatlah berkesan. Sejauh mata memandang, hamparan pemandangan indah yang kami lihat, Subhanallah. Kami sempat melewati Lincoln University, tempatnya Doel/Mas Leo kuliah. Hari itu kami berangkat dari Christchurch sekitar jam 10 pagi.

Akhirnya setelah perjalanan kurang lebih 10 jam, tibalah kami di Queenstown. Menurut Mr. Ashley, Queenstown salah satu kota termahal di NZ, terutama menyangkut urusan property. Itu disebabkan karena Queenstown adalah salah satu tempat wisata alias kota yg banyak banget turisnya, dari turis lokal sampai mancanegara numplekblek di kota ini.

Tapi yg special, ada tawaran khusus Touring LOTR Middle-earth ke seluruh lokasinya, cuman sayangnya butuh waktu beberapa hari sampai camping segala, dan kami sekeluarga tidak merencanakan untuk hal itu. Jadi yah cuman foto2 ala kadarnya ajah di beberapa tempat shooting LOTR. Ini beberapa captured yang sempat kami abadikan. Tapi kalau mau surfing lengkap tempat2nya, coba saja click site ini. Lalu seacrh judul bukunya yaitu 'LOTR Location Guide Book-Extended Edition' by Ian Brodie.



Atraksinya banyak banget deh, kita bisa Hiking, Kayaking, boating, Bungy Jumping, Paragliding, Jetskiing, Fishing, Duck-boating, riding Gondola..wah pokoke banyak deh, coba mampir lagi ke website yg sudah dicantumkan di atas ttg NZ, terus 'search' QUEENSTOWN...nah bisa dilihat deh disitu. Oh iyah, danau di NZ temperaturnya dingin, jadi jarang yg berenang,tapi ada juga sih yg nekat. Bahkan di Kawarau River, ada khusus bugyboard, berenang dengan memakai pakaian renang seperti suit selam lengkap (utk melawan dingin). Dan berenangnya dgn alat bantuan bugyboard untuk melawan arus sungai yg cukup deras. Kalau yg ini beneran nekatzz.



Sampai jam 7 malam di Queenstown gak terasa lelah, karena jam segitu matahari masih tersenyum, jadinya mata maunya melek ajah lihat2 sekitar. Tetapi berhubung Fawwaz dan mbah Dien udah capek beratz..jadinya kita checked in Hotel and langsung istirahat untuk acara esoknya. Hotel kami letaknya di atas bukit, sedangkan tengah kota agak turun kebawah.

Eeeiiits..tunggu dulu...tepat jam 11.45 malam, Ummi, Abi dan Fawwaz turun ke downtown. Karena dipinggir danau ada pesta kembang api. Walaupun lelah, Fawwaz antusias sekali untuk melihat acara itu. Bayangin ajah, disuruh tidur Fawwaz malah gak tidur2, karena kami bilang bahwa akan ada pesta kembang api malamnya, jadinya dia sengaja bertahan gak tidur untuk ikut kita melihat kembang api. Seruuuu banget, tapi ada kejadian yg lucu, giliran kembang apinya nyala terang benderang, baterai camera Ummi off..waaa payah deh. Males banget kalau harus mendaki lagi ke hotel untuk ambil baterai cadangan. Tapi kenangan meihat kembang api di atas danau Wakatipu masih bisa kita nikmati di Video Cam-nya Abi...sorry deh.

1 January 2006 - NEW YEAR di Milford Sound

Hari ini kita siap-siap akan perjalanan jauh lagi ke daerah Milford Sound, daerah ini paling selatan New Zealand. Tapi sebelumnya kami mampir dulu ke Skyline di Queenstown untuk menikmati pemandangan sekitar melalui CableCar. Di New Zealand Cable Car itu lebih umum di sebut Gondola. Lucu yah, kalau di Venice, Gondola itu kan perahu.


Then, akhirnya kami berangkat juga ke Milford Sound. Di sana, kami lunch sambil bercruised ria..asyiiik. Milford Sound sangat indah, Allahu Akbar. Memang Allah Maha Besar.

Milford Sound adalah sebuah danau besar, tepatnya pertemuan antara laut dan danau. Dan tempat itu dikelilingi oleh gunung2 dan bukit2 yang tinggi. Amazing banget deh. Kudu ngerasain sendiri, baru bisa komentar ttg indahnya tempat ini.


Sebenarnya banyak kota yg kami kunjungi saat perjalanan dari Chirstchurch menuju Queenstown dan juga dari Queenstown menuju Milford Sound. Nanti akan ada edisi khusus untuk kota2 itu. Tunggu saja yaa.

Satu lagi, sebelum meninggalkan Queenstown, Ummi sempat mampir ke LOTR Memorabilia Shop yg terletak berseberangan dengan Tourist Local Centre di Queenstown. Insya Allah akan Ummi posting di edisi terakhir NZ, soalnya bakalan panjang banget deh nih postingannya kalau semuanya di pul jadi satu. Insya Allah.

Monday, February 06, 2006

AOTEAROA

AOTEAROA adalah sebutan suku Maori untuk New Zealand yang artinya "The Land With A Long White Clouds".

Menurut sejarah, sewaktu suku Maori berlayar dan menemukan New Zealand, saat itu pulau yg mereka lihat ditutup dan dikelilingi oleh awan, dan saat itu suku Maori menyebut pulau yg mereka temukan dgn sebutan "AOTEAROA".

Suku Maori berasal dari dataran Taiwan, pada saat mereka mendaratkan kakiknya di New Zealand, mereka hanya menemukan jenis hewan burung dan ikan saja di New Zealand.

Predator, seperti harimau, singa, buaya dll tidak kelihatan batang hidungnya, pun untuk hewan mamalia, nothing.

Dan itu bener banget. Banyak fakta yg Ummi baru tahu setelah berkujung ke sana. Beberapa fakta yang akan Ummi ungkap adalah:

* Sampai saat ini di New Zealand tidak ada yang namanya ular. Ini bener banget loh, Subhanallah. Padahal negara tetangganya yaitu Australia, ada berbagai jenis ular. Tapi herannya gak ada tuh yg hijrah ke New Zealand.

* Nah, kalau lihat sekarang banyak sekali domba, sapi, bajing, kelinci, singa (ada beberapa di Rorotua), itu adalah hasil import dari negara2 lain.

* Lalu yang menamakan pulau itu New Zealand adalah seorang nahkoda kapal kerajaan Inggris yang terkenal, yaitu Captain Cook. Captain Cook mendarat di New Zealand dan menemukan sekelompok suku yang ia pikir suku asli.

* Captain Cook menanyakan," Orang apakah kalian?". Mereka hanya menjawab, "Maori." Saat itu Captain Cook menyebut mereka sebagai suku Maori, padahal arti Maori dalam bahasa suku tersebut adalah 'Common people', mereka tidak mempunyai nama utk suku mereka sendiri. Suku Maori tidak mengenal baca dan tulis, tapi mereka pintar membuat patung dari pelepah kayu dan juga ukiran2 yg khas. Dari patung dan ukiran2 itulah hidup mereka ditoreh.

* Suku Maori hanya mengenal pertarungan one on one (jarak dekat) kalau istilah orang sono "DOG FIGHT", jadi persenjataan yg mereka punyai hanya sebilah batu tajam atau kayu tajam. Tidak berupa tombak apalagi panah. Tidak salah kalau mereka bertekuk lutut oleh pendatang yg dipimpin oleh Captain Cook, yg kala itu sudah dipersenjatai dgn senjata berbubuk mesiu yg bisa dipergunakan dalam jarak jauh.

* Jadi adanya hewan2 lain (selain burung dan ikan) di New Zealand, Captain Cook-lah yang mempelopori dimulainya import2 hewan ke New Zealand. Dan hasilnya sungguh diluar dugaan, perkembang biakan domba, sapi, bajing dan kelinci sungguh luar biasa banyak. Wong, gak ada predatornya. Bagi hewan2 yg tadi Ummi sebutkan, New Zealand itu surga dunia bagi mereka.

* Burung khas yg ada di New Zealand dan tidak ada di negara lain adalah burung kiwi. Ternyata burung kiwi hanya dapat hidup di tempat gelap. Jika mereka terkena sinar matahari, maka mereka akan sakit dan lama2 bisa menyebabkan kematian. Burung kiwi juga tidak bisa terbang. Ummi bisa melihat burung kiwi dari dekat, sewaktu di Rotorua, itupun di tempat observasi khusus dan tidak boleh diphoto, karena mereka rentan cahaya, termasuk cahaya kamera. Ummi ambil gambar burung kiwi ini dari website ini, dan jika ingin tahu jenis2 burung lainnya yg ada di NZ, silahkan saja click websitenya.

BROWN KIWI

Masih banyak informasi lain yg Ummi akan sharing di postingan berikutnya, jadi sekarang akan di mulai cerita perjalanan kami di 'AOTEAROA'
Perjalanan kami mulai dari kota yang bernama:

CHRISTCHURCH
29 December 2005
Pesawat kami mendarat jam 10.30 malam di Christchurch. Butuh waktu kurang dari 3 jam keluar dari Airport, karena pemeriksaan bagasi kami yg cukup lama. Hal itu dikarenakan Ummi membawa perbekalan yg cukup banyak dari Indonesia. Ada Ricecooker mini, ada abon, ada paru goreng, susu bubuk Fawwaz, dan segala macem makanan Indo yg notabene sangat ketat diperiksa jika masuk ke sana. Tapi, Alhamdulillah karena Ummi berdoa ajah sepanjang pemeriksaan, jadinya semua makanan yg Ummi bawa lolos. Jadi deh bisa kasih oleh2 untuk Mas Leo n Mbak Anna..he.he..

Sebelumnya pemeriksaan ini juga kerap dilakukan di Australia, tapi hanya butuh waktu 15 menit saja sudah lolos semua. Bayangin perbedaan dgn pemeriksaan di NZ, 2 setengah jam dong...pegel kaki pegel hati.

Alasan ummi bawa itu semua, karena Fawwaz belum bisa makan tanpa nasi dan menu ala Indonesia. Juga kami berjaga2, khawatir tidak bisa menemukan makanan halal selama di Aussie dan NZ. Alhamdulillah, ternyata selain perbekalan kami berguna, ternyata Resto halal mudah sekali ditemukan selama perjalanan. Insya Allah di akhir cerita, akan Ummi posting nama2 resto beserta info lengkap alamatnya.

Driver yg sedianya menjemput kami di Airport sampai tertidur pulas di bangku penjemputan begitu kami wara wiri mencarinya..duh kasihan. Bayangin ajah kami baru keluar Airport jam 1.30 pagi. Walhasil, kami juga kurang tidur.



30 December 2005
Hari yg paling dinanti Ummi, karena hari ini adalah hari kopi darat sesama teman blog, yaitu Mas Leo dan Mbak Anna.

Kami bertiga janjian untuk bertemu setelah Sholat Jumat.

Abi dijemput Mas Leo di lobby hotel, jam 12-an. Mereka akan sholat Jumat di Masjid Raya Christchurch.

Mbak Anna datang ke hotel tempat kami menginap bersama dengan Chelsie, putri kedua mbak Anna. Lalu mbak Anna juga mengajak Mbak Nina, teman Mbak Anna yg juga tinggal di Christchurch. Daripada menunggu Abi dan Mas Leo di hotel, kami memutuskan untuk makan siang di foodcourt Asia. Ummi lupa alamatnya, tapi di foodcourt itu ada resto yg halal menunya. Mbak Anna, nama restonya apa dong? Ummi lupa juga nih...waah payah deh. Ummi lupa catat di buku catatan Ummi.

Selepas sholat Jumat ada perubahan rencana. Kami semua akan bertemu kembali jam 5 sore, baru kemudian berangkat bersama2 menuju ke 'Antartica Centre', base office utk para peneliti Kutub Selatan yang berasal dari America, Australia dan New Zealand. Di Antartica Centre ada pusat informasi penelitian kutub selatan, bahkan ada ruang khusus untuk kita bermain salju, juga ada atraksi mobil truk yang bisa kita tumpangi. Untuk menikmati kedua atraksi itu kita perlu membayar.

Fun banget deh selama di sana, karena ternyata kami semua sempat merasakan simulasi "STORM" kutub selatan, saat di tempat bermain bersalju. Sungguh hebat peneliti2 kutub. 'Strom' yg benar2 dirancang seperti storm beneran itu benar2 membuat tulang beku, keadaan sekitar gelap gulita dan suara angin ributnya sungguh memekakan telinga. Untung bukan beneran di kutub, cuman di observasi buatan. Yg bikin Ummi takjub, Fawwaz bisa bertahan juga loh selama simulasi 'Storm'..hebat.



Setelah beberapa tahun tinggal di Christchurch, Mas Leo tuh belum pernah ke Antartica Centre. Jadilah ini pengalaman pertama Mas Leo. Berarti kedatangan Ummi tidak sia-siakan? Mas Leo bisa jalan2 kesana..he.he..habisnya Mas Leo sibuk kuliah terus sih..uhuy..

Itu photo kami bertiga. Photo yg dipajang itu, khusus pesanan Mas Leo. Mas Leo sudah menjadi blogger cukup lama, tapi banyak loh yg belum tahu wajah Mas Leo. Nah, bagi teman2 blogger yg penasaran pingin lihat the Misterious Nozeano, inilah Mas Leo..he.he..handsome-kan? ciiieeeee

Hari yg sangat berkesan, makasih yah utk Mas Leo dan Mbak Anna yg mau meluangkan waktunya untuk bertemu dgn kami dan mengajak kami jalan2 ke 'Antartica Centre'.


Fawwaz sedang ngejar2 burung di Victoria Park, Chirstchurch.

31 December 2005
"Perjalanan panjang melalui daratan dari Christchurch menuju ke Queenstown"

Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 10 jam, karena akan berhenti dibeberapa kota kecil. Jika non-stop, mungkin dapat ditempuh dalam 6-7 jam saja.



Mbah Dien senang sekali menemukan kota kecil yg sama namanya dengan beliau. Nama panjang beliau itu Geraldine. Panggilan sayang kami menjadi, Mbah Dien. Di kota Geraldine, kami sempat mampir ke toko chocolate, tapi lihat sign board yg tertera di depan pintu toko itu, tertulis 'Closed', 'We'll be opened on 3rd February 2006'.

Pas lagi melongok2 di depan kaca toko, tiba2 ada suara dari belakang Ummi,"Toko ini baru akan buka lagi nanti tanggal 3 December 2006, karena yang punya sedang liburan."

Ummi kaget setengah hidup, bapak ini bisa bahasa Indonesia, bagus lagi. Lalu kami berkenalan dengan beliau. Ternyata beliau ini lama tinggal di Indonesia, 12 tahun. Beliau sempat bekerja di Bapedal dan 12 tahun terakhir itu dia habisakan masa kerjanya di Indonesia dan setelah retired, Mr. Henry pulang ke NZ dan tinggal di Geralidine Town. Dia senang sekali bisa bertemu dengan orang Indonesia, kangen katanya. Akhirnya kami pamit dan bertukaran kartu nama. What a moment.

Sepanjang perjalanan, pemandangan daerah selatan sungguh spektakuler, Subhanallah, indah banget, jadi biarpun lelah, saat itu, Ummi dan Abi berusaha untuk tidak tidur, dan kami berhasil melakukannya. Kecuali Mbah Dien dan Fawwaz, yg sempat tertidur pulas sepanjang perjalannya. Balas dendam di hari pertama yg lalu karena kurang tidur. Sebagian photo2 daerah selatan sudah ummi pajang di postingan yg lalu, mau lihat? Silahkan click di sini.



Gambar yg sebelah kiri, saat kita berhenti utk isi bensin. Terlihat Mr. Ashley yg habis beli koran, lalu Fawwaz yg baru keluar dari toilet, dan Abi lg gendong peralatan Ummi. Selama di sana Abii merangkap jadi asisten photo Ummi loh..ha..ha..

Segini dulu ya liputannya. Mohon maaf nih pemirsa, Ummi mau sholat Maghrib dulu, Insya Allah lanjutannya next week....bheee..he..he..sorry deh. Datang lagi yaa
Note: all photos captured by Ummu Fawwaz

Friday, February 03, 2006

Midlle-earth beneran

Ada hutangan cerita nih, Irfan yg rajin isi comment box sudah 2 kali mengingatkan Ummi untuk lanjutin cerita ttg Umroh Ramadhan. Padahal udah lewat banget yah, tapi yah janji adalah hutang.

Nah, kalau yg ini beneran letaknya di tengah2 dunia..he.he..Middle-earth for sure..eh maksudnya middle east.

Ummu akan gambarkan sedikit tentang beritikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan di Makkah.

Itikaf adalah kegiatan yg dilakukan di dalam Masjid. Sewaktu jaman Rasulullah, Rasul melakukannya hanya pada bulan Ramadhan saja dan itupun di 10 hari terakhir. Beliau melakukan Shalat berjamaah, shalat sunnah, shalat malam, membaca Al-quran serta tidur di dalam masjid. Untuk mandi dan (maaf) buang hajat juga dilakukan di toilet Masjid yg kala itu masih sederhana sekali, semuanya dilakukan di Masjid, Aishah (istri Rasullah) rajin mengirimkan makanan untuk berbuka dan saur untuk Rasulullah (Baca Sirah Nabawiah).

Sampai sekarang, kegiatan Itikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan jg dilakukan oleh sebagian umat Muslim. Nah, kesempatan ini kami berdua pergunakan sebaik2nya untuk beritikaf semampu kami di 10 hari terakhir di Makkah.



Untuk berbuka puasa, tidaklah khawatir, karena banyak sekali tersedia makanan yg dibagi2kan saat berbuka di Masjid. Tetapi untuk saur, kami kembali ke hotel untuk makan yg telah disediakan oleh travel umroh kami. Juga untuk mandi dan yg lainnya yg berhubungan dgn kamar mandi, kami lebih sering melakukannya di hotel. Kebetulan hotel tempat kami menginap dekat dgn masjid. Jika darurat, baru kami mencoba antri di toilet masjid, namun antriannya panjang sekali, jadi yaaa kadang sprint run juga ke hotel..he.he.



Banyak sekali anak2 kecil yg ikut Bundanya itikaf di Masjid, ada yg umur Batita, Balita sampai yg remaja jg ada, rame deh. Nah kalau yg Batita dan Balita, unik banget. Banyak dari mereka yg diikat tubuhnya dengan pengikat khusus tubuh, seperti yg dipakai anak di atas itu merk CHICO (bukan promosi). Tujuannya, kalau Shalat sudah mulai, banyak sekali anak Balita yg senang lari kesana kemari, takutnya nanti bisa hilang karena banyak sekali orang. Untuk mengatasinya, diikatlah bagian tubuhnya dengan pakaian khusus dan talinya disangkutkan ke pinggang Bundanya, jadi tidak khawatir mereka kabur. Tapi kasihan juga sih melihatnya, namun itulah satu2nya solusi. Karena walaupun sang Bunda membawa PRT, saat sholat wajib berjamaah, semua org termasuk PRT-kan ikut shalat juga, jadi tidak ada yg bisa mengawasi anak tsb. Jadilah diikat..duuuh kasihan..



Banyak sekali hikmah yg Ummi coba ambil dari pengalaman itikaf ini. Bayangkan 355 hari kita bergumul dengan kehidupan dunia, disibukkan dengan pekerjaan, anak, urusan rumah tangga dan tetek bengek lainnya yg kadang urusan dengan Allah jadi malah sedikit sekali porsinya. Dengan beritikaf ini, Ummi memcoba berkonsentrasi dan mencoba memperbanyak pertemuan dengan Allah SWT selama 10 hari sisanya. Allah-lah yg telah memberikan kenikmatan dunia selama kita masih hidup. Jadi sepertinya 10 hari saja belum cukup menggantikan hari yg lain. Insya Allah, doakan kami berdua konsisten menjalankannya kembali di bulan Ramadhan berikutnya. Insya Allah.

Alhamdulillah, selesai jg cerita ttg Umroh Ramadhannya. Yg belum lihat cerita2 awal umroh click saja ke Umroh 1 atau ke Umroh 2.

------------------------


PS. Mas Leo n Mbak Anna, punten pisan, cerita New Zealand di rapel lagi minggu depan. Soalnya gak bisa online lama2 di internet. Fawwaz masih sakit. Insya Allah. Mohon doanya yah. BTW, Fawwaz sakit batuk pilek, biasalah karena perubahan cuaca yg gonta ganti.