
Azimah Rahayu.
Ummi memanggilnya hanya dengan sebutan Azimah saja. Walaupun belum pernah bertemu langsung dengan Azimah, namun persahabatan Ummi dengan Azimah mengalir lewat email-email kami mulai dari tahun 2001. Seperti 2 orang sahabat lama, kami berdua bisa menceritakan segala macam peristiwa yg terjadi di kehidupan kami hanya melalui email. Tetapi kehangatan yg Ummi rasakan selama ini bak Ummi bertatap langsung dengan Azimah.
Setelah Ummi berhenti bekerja akhir tahun 2003, Ummi meng-copy semua alamat email yg ada di email account kantor kedalam sebuah CD, namun setelah Ummi coba buka CD tersebut di rumah, alamat2 itu raib entah kemana, termasuk alamat email Azimah. Sejak saat itu silaturahim kami agak tersendat. Untuk mengobati rindu Ummi, maka postingan Ummi kali ini Ummi haturkan untuk Azimah.
2 hari terakhir sebelum Ummi pergi meninggalkan kantor, Ummi mendapatkan amplop coklat dan nama Azimah terpampang jelas di alamat pengirim amplop tersebut. Waktu itu Ummi tidak sabar untuk membuka amplopnya dan SURPRISED!!!, sebuah buku dengan judul "JIWAKU ADALAH WANITA" yang Ummi dapatkan dari Azimah dan yg membuat Ummi kagum dan bangga, ternyata buku itu yg menulis aadalah Azimah sendiri. Akhirnya cita2 Azimah selama ini untuk menerbitkan buku, terjawab sudah dan ijabah oleh Allah Ta'ala. Alhamdulillah.
Sebelum cerita ini di posting Ummi menelepon ke rumah Azimah di bilangan Paseban, tujuannya mau minta izin pada Azimah utk di jadikan bahan postingan Ummi. Tapi yg bersangkutan belum pulang kantor. Ummi hanya menitipkan pesan kepada penerima telepon bahwa Ummi akan menelepon lagi malam ini. Dasar Ummi yg gak sabaran, sebelum mendapatkan izin yg empunya, profile Azimah sudah Ummi pampang di blog Ummi. Afwan yah Ukhti. Insya Allah Ukhti tidak keberatan.
Azimah Rahayu terlahir dengan nama Agustyatun Muni Rahayu Prihatin di Sukoharjo tanggal 29 Agustus 1975. Azimah mempunyai hobi membaca, menulis, travelling dan berteman.
Lulusan D III Akuntansi STAN thn 1997 ini sekarang menyibukkan diri dgn aktifitas sbgi PNS (staf di Bapepam thn 1997-sekarang), menyelesaikan skripsi utk meraih gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana, Ketua FLP DKI & sekitarnya (Okt 2002-2004), mengurus Taman Bacaan PASEBAN, menjadi Relawan & perpustakaan anak, serta pengurus PArtai Keadilan Sejahtera DPRA Paseban, Jakarta.
Azimah pernah mengikuti Pelatihan Jurnalistik Mahasisa di kampus STAN thn 1996, dan Pelatihan Jurnalistik Dakwah kerja sama Yayasan Al-Amanah-SIDIK, thn 1998, namun saat itu hanya menulis untuk mading dan buletin rohis.
Mulai aktif menulis dan mempublikasikan tulisan sejak pertengahan 2001, kini tulisan berupa artikel, essay, cerpen anak, remaja dan dewasa serta resensi pernah dimuat di Majalah Sabili, Annida, Aku Anak Sholeh, Bobo, Safina, Al Izzah, Karima, Permata dan Tabloid MQ. Beberapa waktu lalu terakhir asyik menjadi kontributor lepas untuk
Eramuslim.com,
Peka.or.id,
Alhikmah.com dan
Aldakwah.com serta
Kafemuslimah.com.
Prestasi di bidang kepenulisan Juara III Lomba Cipta Cerpen Isalmi Tabloid MQ (akhir 2001) dan juara I Lomba Cipta Cerpen Islami Aldakwah.com (pertengahan 2002) dan semifinalis Lomba Menulis Cerita Remaja majalah KARIMA (akhir 2002). Cerpennya dimuat di antalogi "semua Atas Nama Cinta" (Penerbit Ghalia, 2002) dan antalogi Cerpen Muslimah (FBA,2003). Ia juga menyusun buklet utk seri 1001 buku berjudul "Bagaimana Membangun dan Mengelola Taman Bacaan Anak" (Januari 2003) yg diedarkan secara gratis dalam bentuk hardcopy maupun softcopy. Buku pertamanya "Catatan Harian Ukhti 2: Pagi Ini Saya Cantik Sekali" diterbitkan PT Syaamil Cipta Media (Juli 2003), sedangkan buku kedua yaitu, "Jiwaku Adalah Muslimah" diterbitkan oleh Khairul Bayan (Agustus 2003).
Note: Uraian riwayat singkat Azimah Ummi contek dari halaman terakhir buku "Jiwaku Adalah Muslimah"
Balik lagi ke cerita ketika Ummi membuka kiriman Azimah yaitu berupa sebuah buku itu, tanpa lihat kiri-kanan Ummi langsung membacanya ditempat. Soalnya sudah hampir waktu pulang kantor, jadi daripada ngeliatin putaran jam yg lambat, Ummi putuskan untuk membaca beberapa bab saja.
Tak percaya akan tulisan yg Ummi baca, tepat di halaman 29 tercetak judul "Si Moncong Merah". Mata Ummi menari membaca tulisan2 yg tercetak di bab tersebut. Tidak salah lagi inikan tulisan Ummi. Yap, benar. Suatu hari, seminggu setelah Lebaran thn 2002, Azimah memohon kepada Ummi untuk menuliskan pengalaman Liburan Lebaran. Karena suka nulis, cerita yg Ummi paparkan begitu detail dan panjang. Gak sangka ternyata diselipkan salah satu tulisan Ummi yg masih kacangan di salah satu bab buku Azimah. Subhanallah, duh Ummi jadi malu campur senang.
Cerita yg Ummi tulis di bab itu adalah "true story" selama libur lebaran thn 2002. Mau tahu ceritanya seperti apa? hayuh atuh cari bukunya n beli lalu baca..he.he..sekalian promosi.
Tadinya gaya penulisan Ummi langsung bercerita sebagai subyek pelaku, namun karena suatu hal, dieditlah oleh Azimah menjadi cerita pemaparan orang ketiga. Gak pa2 deh, udah bagus ada yg mau published tulisan Ummi walaupun secuil..hi..hi.
Ternyata Azimah ingin membuat kejutan untuk Ummi dan hal ini memang benar2 sebuah kejutan. Jazzakillah untuk Azimah.
Wah maaf yah, kok ceritanya jadi panjang begini. Well, point pentingnya yaitu, Azimah adalah salah satu teman wanita Ummi yg memberikan inspirasi kepada Ummi untuk terus belajar dan tidak malu untuk menulis. Insya Allah nanti malam kita bersua lewat telepon yah Azimah.
Mau baca postingan ttg.
Inspiring Woman 1 dan
Inspiring Woman 2, silahkan di click saja.