Thursday, July 03, 2008

Graduation Fawwaz & Koleksi Tas Daur Ulang Ummu Muhammad

Seperti cerita Ummi yg lalu, kalau Ummi ikutan Stand Bazar saat hari Kelulusan Fawwaz. Nah, ini gambar Stand Ummi. Ada Tas Daur Ulang dari Plastik dan juga Pupuk Organik.... hari itu lumayan tasnya diborong, pupuk juga. Alhamdulillaah, setelah lewat seminggu lebih ada yg SMS ke Ummi kalau pupuk organiknya membuat tanaman mereka menjadi lebih bagus dan subur. Jadi tambah semangat nih.



Tema Graduation Day Sekolah Fawwaz tgl 21 Juni lalu, pas banget dengan tema "Hijaukan Bumi" yg Ummi sedang promosikan, yaitu "Save Our Earth"... tuh lihat dibackdropnya. Kain berlukiskan pemandangannya keren banget yaa.


Ini Fawwaz sedang performed Surah Al-Kafirrun dan Ayah Kursyi. Senangnya bersekolah yg mengajarkan nilai2 agama Islam. Fawwaz jadi lebih bisa mengamalkan ibadahnya sehari2 di rumah, Insya Allah.


"Horeee, aku lulus TK!!!" Hi..hi..hi... segitunya. Alhamdulillaah, Fawwaz akan segera melanjutkan ke Sekolah Dasar 14 Juli nanti, Doakan Fawwaz yaa



******************************************************************************

Foto2 terbaru dan juga koleksi terbaru tas2 Daur Ulang Ummu Muhammad.

Tas Model Kecil - Tampak Depan Tas Model Kecil - Tampak Samping


Tas Model Sedang - Tampak Depan


Tas Model Tutup - Tampak Depan Tas Model Tutup - Tampak Belakang

Tas Model Tutup - Tampak Samping


Mau baca cerita awalnya Ummi mulai suka sama yg namanya daur ulang? Sok mangga lihat ke postingan di bawah ajah yaa.....

posted by Lili at 5:10 PM 3 comments



Tuesday, June 24, 2008

Lagi-lagi Pengolahan Sampah Rumah Tangga

Alhamdulillaah, akhirnya bisa update lageee nih...

Masih seputar pengolahan sampah rumah tangga, Ummi sama mbak yang ada di rumah mencoba untuk ikut2an mengolah sampah rumah tangga terutama dari bahan plastik yang susyaaaah banget utk terurai.

Nah ini lho contoh sampah2 plastiknya....

Setelah nyontek sana-sini, akhirnya jadi juga tas2 dan map tempat file lucu, yang terbuat dari bahan2 sampah plastik, seperti terlihat pada gambar. (Catatan, ini beneran Ummi dan Mbak Feti yg membuat / home made product ...Alhamdulillaah).

Tas Tangan Model Kecil


Map / Folder untuk File2

Ummi pinjam mesin jahit dari ibu mertua, lalu rubah spool, sepatu, jarum jahitnya agar bisa menjahit bahan dari platik. Benangnya terbuat dari bahan nylon yang bisa menjahit plastik.

Inilah mesin jahit yg berjasa, cuman modal 1 buah mesin jahit ini.

Taraaaaa, dengan berbekal si mbak dirumah yang pernah bekerja di konveksi, jadilah sampah2 tadi menjadi barang berguna, sekali lagi Alhamdulillaah... Ummi jg mulai mencoba menjahit... tadinya mencos2 alias miring2....karena latihan terus dgn diajarkan oleh mbak Feti (nama mbakku di rumah), akhirnya bisa juga.

Contoh tas belanja ukuran besar, motifnya masih ngasal, karena tas inilah kali pertama Ummi dan mbak Feti mencoba membuat tas.

Sabtu tanggal 21 Juni lalu, Ummi buka Stand Recycle di acara Graduation day-nya sekolah Fawwaz, dan Alhamulillaah tas plastik Ummi terjual. (Gambar stand bazar-nya menyusul yaa, belum sempat di pindah ke PC).

Masih ingat ttg Pupuk Organik yang Ummi posting sebelumnyakan?
Pupuk Organik ini juga ikutan di bazarkan. Hasil panen 1 keranjang Takakura pupuk organik kemarin sekitar 12kg (8 bungkus), laku terjual sekitar 9 kg (6 bungkus dengan takaran 1 1/2 kg perplastiknya).... Subhanallaah, ternyata pengolahan sampah rumah tangga berdaya jual juga ya.

Dengan bungkusan yg sangat sederhana, Ummi belum sempat membuat plastik khusus, jadinya di tulis dgn spidol biasa..ha.ha.


Nah, ini saat pembungkusan pupuk kedalam
plastik ukuran 1 1/2 kg, Ummi dibantu oleh kakak ipar ummi yaitu, Cari, saat proses panen dan pembungkusan pupuk. Sekarang sedang mengolah keranjang kedua.



Untuk harga tas bervariasi, tergantung besar tasnya. Kalau mau tanya2 ttg tas or pupuk langsung saja emial Ummi yaa... di indralili@gmail.com.

Teremen-teremen semua, hayooo ikut mengurangi sampah RT di lingkungan kita. Kita bisa berdayakan orang2 disekitar kita untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Walopun jumlahnya tidak terlalu besar, namun sangat bermanfaat dan bernilai Insya Allah.

Pesanan tas ke Ummi sesuai order saja, karena bahan2 sampah plastiknya terbatas, jadi pasti menunggu lama untuk membuat dalam jumlah skala besar. Bayangin saja, mesin jahit cuman satu dan orang yg menjahitnya gantian, Ummi dan mbak Feti. Juga bahan2 plastiknya kita kumpulkan dari rumah sendiri atau minta2 tetangga, kerabat atau teman...wuuuiih capee deee.

Kalau Ummi buka penjualan sampah plastik di rumah untuk para pemulung, bisa berabe nanti ngatur tempatnya... malah jadi tempat barteran deh.... waaaaa. Pokoke Ummi lakukan ini semata2 karena cinta lingkungan, untuk sosial dan juga amal..he.he.. gaya banget deh si Ummi.

Oh iyah, jika teman2 mau membantu mengumpulkan dan menyumbangkan sampah plastiknya untuk Ummi, cepetan kontak Ummi di email, Insya Allah sampah2 plastiknya nanti bisa dijemput ke rumah masing2, praktiskan. Mudah2an partisipasi teman2, dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT, aamiin. Atau kalau terkumpulnya sampai banyak, bisa Ummi ganti dgn per 1 kg Rp. 3.000,-. Siiip kan?

Last, padahal pinginnya cerita ttg hari kelulusannya Fawwaz. Nanti deh postingan berikutnya.... senang banget Fawwaz dah mau masuk SD.... uuuhuuuy anak Ummi dah besar rupanya... C U guys...

posted by Lili at 1:35 PM 16 comments



Saturday, March 22, 2008

Mau dikemanakan sampah organik Rumah Tangga kita?

Bau busuk tercium ada dimana2. Orang2 pada cuek, pemerintah juga agak cuek, terus siapa lagi yang mau perduli?

Apaan sih Ummi? Iya itu lho, masalah sampah!!!

Masalah sampah sudah menjadi biang keladi utama di Jakarta dalam hal banjir, penyakit, dan juga keseimbangan ekosistim yang terganggu gara2 sampah yang tidak diproses secara semestinya.

Maluuuuu banget. Dengar dari beberapa teman orang bule, katanya orang Indonesia itu sering buang sampah sembarangan. Sampai2 ex boss Ummi (yg kebetulan jg orang bule) dulu di perusahaan minyak, pernah bercerita kalau dia sangat prihatin banget sama anak2 kecil Indonesia. Dia bilang kalau dia tuh sering melihat anak2 kecil buang sampah sembarangan, padahal orang tuanya ada disebelahnya, makan dan bermain bersama anak itu. Tapi teteb aja saat selesai makan, bungkusan plastik bekas makannya dibuang begitu saja ke jalan, seakan2 jalanan itu tempat sampah yg ukurannya besar dan berhak dikotori dan disampahi....woooooo.

Terus dia melanjutkan dengan pertanyaan,"Apakah orang tua di Indonesia ini tidak mengajarkan cara membuang sampah pada tempatnya?", sambil mengeryitkan dahi dan mengangkat bahu dia memandangi wajah Ummi.

Ummi hampir gelagapan mendengar pertanyaanya, tapi dengan sigap (padahal sedih banget hati), Ummi jawab,"Well, Alhamdulillaah kalau saya mengajarkan kepada anak saya untuk membuang sampah pada tempatnya. Jadi tidak semua orang Indonesia yang begitu kok Tim" (Tim adalah nama depan ex boss Ummi tadi).

Namun sampai saat ini saudara2, baru saja terjadi 2 minggu lalu, masih segar diingatan. Ummi melihat ada orang melempar bungkusan plastik kresek hitam (isinya pastilah sampah) dari jendela mobilnya dan membuangnya ke jalan raya.

Terlihat dengan jelas yang membuang bungkusan itu arahnya dari jendela belakang sebuah mobil keren bermerk Mercy, berwarna hitam (uuuh Ummi gak sempat mengingat nomor mobilnya), disaat mobil Ummi tepat berada dibelakang mobilnya tatkala membayar uang masuk tol...Astaghfirullaah. Orang punya(maksudnya punya mobil..he..he), lalu berpendidikan (katanya), buang sampah segede bagong ke jalan raya...wataaaaaauuuuu.

Tahu gak, saat di tol, Ummi kebut mobil Ummi untuk menyusul mobilnya dan menengok sekilas ke mobil Mercy itu, maksudnya ingin lihat wajah si pembuang sampah (yg seharusnya menjadi terpidana hukum lho - minimal kalau ketangkap basah pihak berwajib). Tapi sayang kacanya 80% gelap dan gak kelihatan bo!!

Sayang disayang Ummi bukan orang yang berkewajiban menyetop dan mempenalti dgn denda kepada si pembuang sampah sembarangan tadi, jadinya yaa hanya geleng2 kepala aja di mobil (sambil dengerin Tika Pangabean menyanyikan lirik...leng..geleng6x....leng geleng6x..he..he).

Ini sudah melenceng jauh dari judul. Wong tentang sampah RT, malah jadi melebar gituh ceritanya. Okweh, kita mulai ajah, walopun memang masih berhubungan dgn yg namanya sampah.

Nah, kalau kita perduli mulailah dari diri kita sendiri dulu aja kali yaa. Ummi pingin seperti itu. Mulai dari diri sendiri. Daripada berkoar2, tapi gak ada yg mudeng...jadinya yaa puyeng.

Hari Selasa tanggal 4 Maret 2008 lalu, Ummi mengikuti Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga bersama teman2 di "Kebun Karinda".



Kebun Karinda ini milik sepasang suami istri bernama Bpk. Djamaludin Suryohadikusumo dan Ibu Sri Murniati Djamaludin. Beliau berdua sangat perduli sekali dgn kebersihan lingkungan, terutama utk daerah Jakarta. Kata beliau, sampah rumah tangga dari satu rumah itu, tiap harinya bisa membuang sekitar 2kg sampah. Bayangkan kalau dikalikan 100 rumah atau dikalikan seluruh rumah yg ada di Jakarta? Pantesan pak Gub selalu dibikin pusing sama urusan sampah. Nah dari total 60% sampah Rumah Tangga di Jakarta, dan sisanya adalah industri. Hanya sekitar 20an% yang diambil oleh para pemulung utk daur ulang...lah sisanya yg 80% itu bagaimana?

Gambar kiri, pak Djamal sdg memberikan penyuluhan, nah yg kanan itu pesertanya. Ummi mana ya? Lah yg motokan Ummi, jadi gak ada di gambar..he.he.


Urusan pemilahan sampah saja, orang Indonesia masih belajar pada tahap awal. Alhamdulillaah sih sudah mulai. Seperti memilah mana sampah yg organik dan juga yg non organik. Lha, itu mah anak TK juga bisa (kalimat yg sangat trend sekalikan?). Tetapi apakah kita sudah melakukannya di rumah kita sendiri? Jika sudah, Alhamdulillaah lagi. Jika belum, yuk mulai.

Tapi kalau sudah, terus diapakan lagi tuh sampahnya?
Nah, sampah organik yg dihasilkan oleh Rumah Tangga bisa dijadikan kompos alami lho. Bpk dan ibu Djamaludin ini yg memberikan pelatihannya kepada kita.

Kebun Karinda terletak di daerah Lebak Bulus. Dan ada di dalam areal perumahan yang cukup elit. Saat masuk ke gerbang perumahan tersebut, sudah terlihat keasrian, kebersihan dan juga kepeduliaan warganya terhadap sampah di areal tempat tinggal mereka...wuuiih.

Sudah lihat gambar kebun Karinda di ataskan?. Nanti diakhir cerita, Insya Allah ummi akan berikan alamat dan nomor kontak pemilik Kebun ini. Bpk. Djamaludin belum membuat website ttg pelatihan pengolahan sampah ini, karena itu Ummi harus ekstra kerja keras utk menuliskan kembali hasil pelatihannya, karena gak bisa lihat di website. Mudah2an dalam waktu dekat Kebun Karianda ada blog/website-nya yaa, aamin.

Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga ini diperkenalan dengan menggunakan Metoda Takakura (yup, betul ini pasti orang Jepang), huuueeebat. Ide simple ini malah ditemukan duluan oleh orang jepang, lalu orang kita pada kemana?..he.he... kabuuuur...

Bpk Djamaludin mengikuti Pelatihannya langsung dari Takakura-san sendiri pada tahun 2006 di PUSDAKOTA Surabaya. Dan yg membuat pak Djamaludin tertarik utk mengembangkannya karena sistem komposnya menggunakan sistem aerobik (bukan senam lho), sistim aerobik ini artinya pada saat proses pengomposan memerlukan udara segar. Berbeda sekali dgn sistem pembusukan. Sistim ini Takakura ini memakai sistem fermentasi. Prosesnya sangat higienis, lalu hasil komposnya nanti tidak berbau busuk dan juga tidak akan ada belatungnya (menarik sekali bukan?). Secara ibu2 modern sekarang anti dong kalau bikin kompos terus tangan dan badannya jadi bau. Nanti pas suami pulang ke rumah, gimandang? waaa...

Apa saja sih bahan2 yg diperlukan utk pembuatannya:
  • Pertama kita memerlukan tempat/wadah pengomposan. Karena ini skala RT, jadi yaa cukup efisien lah, tidak perlu wadah yg super gede. Kita bisa pakai keranjang cucian dari plastik yang berlubang2/dilubangi, sehingga udara segar bisa masuk. Bisa juga tempayan tanah liat (dilubangi juga). Namun tempayan kadang sering pecah. Bisa juga drum/tong sampah dari kalengataupun plastik ukuran sedang dan jgn lupa jg utk dilubangi. Lubangi bukan hanya dibagian samping wadah, tetapi bagian alas bawahpun dilubangi, namun cukup jumlahnya 8 buah lubang utk di bagian bawah wadah, dan ukurannya juga jgn terlalu besar.
Di bawah ini beberapa contoh tempat/wadah utk pengomposan. Semua wadah ini bagian bawah serta samping harus dibolongi. Yg berwana hijau itu punya Ummi dan proses pengomposan ini sdg Ummi kerjakan setiap harinya.
  • Kardus bekas Indomie atau Aie Mineral gelas, fugsinya utk menyerap air.
  • Lalu jika sudah punya wadahnya, kita persiapkan jaring plastik yang diisi sabut kelapa atau sekam (berbentuk bantalan)/BANTALAN SABUT KELAPA. Ukurannya sebesar wadah yg kita punya dan siapkan 2 buah. Gunanya nanti adalah utk menutup lapisan bawah wadah dan bagian atas wadah. Sekeliling wadah keranjang tersebut dilapisi kardus bekas. Kardus ini berfungsi untuk mengatur kelembaban, menyerap kelebihan air dan juga agar adonan kompos tidak keluar dari lubang keranjang.
Seperti inilah bantalan sabut dan juga kardus bekas tadi sebagai pelapis di bagian dalam wadah. Fawwaz sebagai model...he..he.. padahal sdg makan siang, lihat saja tuh di mulutnya masih penuh makanan. Fawwaz pingin banget bantuin Umminya.


  • Persiapkan juga biang kompos sebagai bahan aktifator mikroba/bakteri pembuat kompos. Nah, unutk yang ini kita memang musti membeli komposnya dulu, kira2 siapkan sebanyak 3kg. Namun, jangan sampai membeli yang tidak organik. Di Kebun Karianda sendiri tersedia jg. Sayanganya tidak bisa dibeli, tetapi kita bisa barter dgn mengirimkan kumpulan sampah daun RT ke kebun beliau, nanti ditukar dgn seplastik kompos. Bisa juga kalau ikut pelatihannya dengan membayar Rp. 10.000,- per peserta (murah bangetkan?), terus kita boleh membeli seluruh alat untuk keperluan pembuatan kompos, juga nanti mendapatkan Biang komposnya langsung dari pembelian alat tersebut.
Biang Kompos yg bisa di dapat di kebun Karinda, sbg aktifator/bahan utama pembuatan kompos baru.
  • Sendok adukan (spatula besar) diperlukan untuk proses pembuatan dan pengadukan kompos saat penguraian sampah terjadi. Nah, sendok ini juga bisa dibeli satu set di Kebun Karianda.
Spatula ini terbuat dari peralon atau pipa plastik, dan ujungan digepengkan seperti sendok. Ujung spt sendok tsb memudahkan proses pengadukan sampai ke bagian bawah kompos yg ada dalam wadah, jadi udara yg masuk merata sampai bawah. Kata Fawwaz," Peaaaacee you all".
  • Sampah organik Rumah Tangga yang kering. Ini sangat penting. Karena jika kita mencampur lauk pauk seperti daging, udang, tempe/tahu masak bekas kedalam adonan, maka nanti akan terjadi proses pembusukan. Jadi kita pilih lagi sampah organik yang kering. Contohnya, bekas potongan sayur atau buah, bekas potongan rumput/daun yg masih hijau (jgn yg kering) dr halaman, jika bekas sayuran masak bersisa, disarankan agar kuahnya dibuang dulu lalu keringkan sebentar, baru bisa dipakai. Campuran sampahnya harus sampah organik yg lembut2, yaa yg tadi itu. Jika bekas kulit durian, salak ataupun kulit buah yg keras, agak sulit terurai, jadi disarankan jangan. Kenapa harus yg lembut2, karena prosesnya tidak memakai kimia atau bahan2 tambahan tertentu, hanya memakai Biang kompos organik, maka jadilah. IMPORTANT, bahan yg sebaiknya tidak digunakan utk membuat kompos adalah sampah dapur berupa daging, ikan, kulit udang, tulang, susu, keju, lemak atau minyak karena akan membusuk dan menimbulkan bau serta belatung...hiiiiii...
Kebetulan yg Ummi jadikan di contoh gambar adalah sampah kulit pisang, dipotong2 ukuran 2cm agar memudahkan dan mempercepat proses penguraian. Ternyata bisa juga bekas tissue tipis yg biasa kita gunakan di toilet, biasanyakan kita buang ke tong sampah saja. Kali ini tissue tersebut di gunting kecil2 dan dicampurkan ke wadah kompos bersama sampah organik lainnya.




  • Serbuk kayu bekas gergaji yang halus, jika diperlukan. (Bubuk gergaji ini bisa minta gratisan ke bengkel pengerjaan kayu) atau dedak bekatul (bisa dibeli di pasar burung). Utk apakah bahan yg ini? Baca terus dong....
Contoh serbuk kayu. Bisa di dapatkan secarfa gratisan ke tempat2 tukang kayu. Caranya, yaaa tinggal minta aja..hi..hi.

  • Batu bata, kayu atau pot bekas. Gunanya sebagai ganjalan dari wadah. Ditaruh di bagian bawah, agar wadah kompos terangkat dan lubang bagian bawahnya menjadikan sirkulasi udara yg keluar masuk kedalam wadah. Lihat contoh gambar di bawah.
yg ada dirumah yaa bekas poot tanaman itu, jadi dipakai deh sbg ganjalan wadah.
  • Terus apalagi yaa? Oh, iya ini adalah tools yg paling penting. Yaitu, "NIAT". Ape' guna bile' tak ade' niat ta'? Begitu katanya..he.he.. Jadi sudah siap???

Cara pembuatannya:

  • Wadah utk kompos tadi sekeliling dalamnya ditaruh kardus bekas.
  • Lalu, yang paling bawah masukkan bantalan sabut kepala yang pertama dulu
  • Kemudian biang kompos 1/2 takaran tampah dimasukkan ke dalam wadah. Ukurannya satu banding satu dgn sisa sayur yg pada hari itu ingin kita buat kompos. Jadi misalnya sisa sayuran, buah di rumah kita hari itu ada 1 tampah, yaa biang komposnya dimasukkan satu tampah juga, namun memasukkannya 1/2 dulu, setengah yg lain belakangan.
  • Langkah kedua, potong kecil2 (dicacah) seukuran 2 cm, sampah sayuran, buah, rumput atau daun tadi. Dan masukkan ke dalam wadah merata di atas biang kompos pertama. Kenapa dipotong kecil. Hal ini sangat membantu proses penguraian. Karena bakteri baik yang menguraikan sayuran tadi mjd kompos tidak memerlukan waktu yg lama utk memakannya.
  • Langkah ketiga, masukkan kembali sisa biang kompos yang ada, dan ditaburkan merata.
  • Masukan bantalan sabut kelapa yang kedua, setelah itu tutup wadahnya. (jgn lupa tutup wadahnya juga harus bolong). Kebetulan tempat wadah yang kami pakai sudah satu set dgn tutupnya. Tempat Loundry ini bisa dibeli di supermarket2 besar di Jakarta.
Fawwaz sdg memsaukkan bantalan sabut ke-dua, setelah proses di atas tadi selesai dilakukan. "Terima kasih yaa nak, sudah membantu Ummi."
  • Biarkan semalaman, jangan diaduk dulu. Kata Bpk Djamaludin, biarkan bakteri2 pengurainya tidur dulu malam itu..ha.ha. (eeh beneran kok).
  • Besok harinya, jika sampah organik RT kita sudah ada lagi, lakukan lagi proses di atas di wadah yg sama, terus menerus di hari2 berikutnya sama juga.
  • Namun jangan lupa (ini penting), sebelum memasukkan sampah yang baru, timbunan yg lama di wadah diaduk2 dulu sampai rata ke bawah dgn spatula panjang, baru masukkan sampah baru (bukan kompos seperti hari awal), dan baru tutup lagi dgn kompos banyaknya setara dgn sampah yg baru dimasukkan, dan aduk2 lagi sampai rata baru tutup lagi dgn sabut dan biarkan lagi utk besoknya. Jadi hari kedua dan seterusnya, memasukkan komposnya 1 kali saja (bukan 2 kali), dan jgn lupa diaduk dulu, lalu diaduk merata sampai bawah sebelum ditutup bantalan sabut kelapa. Kenapa harus diaduk rata, karena bakteri pengurai tadi memerlukan udara segar.
  • Selama proses penguraian, jika suhu calon bahan kompos di dalam wadah kita perkirakan antara 60-70'C, maka berarti proses penguraian berjalan dgn benar. Jika tidak berarti ada beberapa hal yg perlu diperhatikan, yaitu kemungkinan bahan kompos terlalu basah/berair (biasanya dibarengi bau busuk), jangan dijemur tetapi tambahkan serbuk gergaji/dedak bekatul. Kemudian adonan diaduk merata sampai kebawah. Pengomposan berjalan apabila adonan menjadi panas jika diraba, atau keluar uap air jika diaduk.
  • Penambahan dedak bekatul sebagai suplemen akan membuat mikroba/bakteri lebih sehat dan lebih giat mengolah kompos. Insya Allah adonan akan menjadi panas.
  • Jika wadah sudah penuh, kita bisa menyiapkan wadah lain yg lebih besar utk proses pematangan. Kalau dirumah tidak memungkinkan mempunyai yg lebih besar, berarti kita siapkan beberapa wadah lain yg seukuran dgn wadah sebelumnya. Hal ini karena wadah timbunan bahan lama yg kita buat harus melalui proses pematangan kira2 selama 40 hari, dan dalam seminggu, minimal adonannya harus kita aduk2 antara 2-3 kali aduk.
  • Kompos yg sudah jadi/panen, biasanya jika kita pegang suhunya sudah berubah menjadi seperti suhu tanah (sekitar 30'C). Nah, berarti saatnya panen.
  • Kalau ingin hasil yg halus bubuk komposnya, maka kita bisa ayak kompos tadi dgn ayakan sedang (bisa dibeli di toko material, biasanya utk ayakan semen gituh). Sisa yg kasarnya jangan dibuang, karena bisa kita gunakan lagi utk "Biang Kompos" sebagai aktivator keranjang Takakura.
  • Kompos yg sudah jadi ini bisa langsung kita gunakan utk memupuki areal pepohonan di halaman kita, dan juga bisa kita jual lho. Utk harga jualnya, coba survey dulu kali. Karena harga bersaing. Bahkan kita bisa bagikan kepada tetangga dgn iming2 tukerkan sampah organiknya dgn kompos organik...iiii serukan. Terus jangan dipakai atau dijual semua, karena sebagian kita gunakan lagi utk "Biang Kompos" (ingatkan uraian di atas tadi?).
  • Jangan lupa sebarkan ilmu kita kepada keluarga besar, tetangga dan teman2, agar Jakarta semakin berkurang sampah RT-nya dan kita membantu lingkungan, otomatis membantu juga pemerintahkan?

Kualitas kompos yang baik adalah:
  • Tidak berbau busuk, tetapi berbau tanah
  • Warna kehitaman, berbentuk butiran seperti tanah
  • Suhu sama dgn suhu tanah
  • Jika dimasukkan kedalam air seluruhnya akan tenggelam, warna air di atasnya tetap bening. Jika sebagian besar mengambang, berarti ada bahan yg tidak menjadi kompos (misalnya dari pembakaran sampah). Jika airnya keruh, berarti mengandung air lindi dari pembusukan sampah.
  • Jika digunakan utk pupuk tanaman, maka tanaman mjd lebih subur dan tidan tumbuh tanaman liar (gulma).
  • Mikroba/bakteri pengurai utk bahan kompos itu memerlukan makanan yaitu dari sampah sayuran, buah2an dan juga daun hijau tadi. Lalu ia jg membutuhkan air, air didapat dari dalam sayuran, buah2an dan jg daun2an hijau yang didaur tadi. Jadi utk proses sistem Takakura tidak perlu lagi ditambahkan air. Terakhir ia memerlukan udara, karena itu wadahnya bolong2 dan jg saat proses berjalan, harus sering diaduk2, agar mikroba/bakterinya tadi bisa bernapas dan mendapakan udara baru.
Pelatihannya ada lagi untuk sampah daun2an kering dihalaman kita yg dicampur dgn daun2an/rumput hijau. Tetapi prosesnya dgn memakai bahan tambahan dan wadah yg lebih besar tentunya. Terlalu panjang isi blognya nanti kalau Ummi jabarkan juga. Jadi yaa ikutan saja pelatihannya. Ini tempatnya:

KEBUN KARINDA
Bumi Karang Indah Block C-2 No. 28 Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Tel. +62 21 759 09167

Fax.+62 21 759 09168

HP. +62 815 80 14375

Email: djamaludinsuryo@yahoo.com

Website: maaf belum ada
Contact person: Bpk. Djamaludin Suryohadikusumo & Ibu Sri Murnia Djamaludin
(Catatan: bisa juga ikutan milis beliau di Yahoo, jika teman2 banyak pertanyaan)

Note: Alhamdulillaah akhirnya selesai juga, karena ini postingan terpanjang abad ini..he.he.. Pesan utk Pak Djamal, "Pak Djamal, jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penjelasan Ummi ini dan pak Djamal sempat mampir ke blog Ummi, silahkan di ralat dan dibetulkan atau ditambahkan yaa pak?." Terima kasih juga atas ilmu yg telah bapak berikan kepada kami.







posted by Lili at 10:46 AM 27 comments



Saturday, March 08, 2008

Make Over

Sebenarnya cerita ttg renovasi rumah ini aku upload di Multiply. Secara belum ada bahan postingan baru, jadinya kurang kreatif dan malahan copy paste...ha..ha..

Mulai renovasi Juni 2007 dan selesai sekitar akhir December 2007. Total ruangan yg di renovasi ada 6. Ruangan atas 4 ruangan dan bawah 2 ruangan.

Gambar ruangan2 ini, adalah gambar hasil ruangan yang sudah di renovasi ulang. Kalau mau lihat Before - Afternya lengkap supaya kelihatan nyata perubahan dan perbedaaanya, silahkan click aja yang ini.




Kamar Utama, ada di bagian atas rumah. Nuansanya dibikin nge-brown dan cozy. Beda banget sama before-nya. Click link di atas kalau mau lihat gambar2 beforenya yaa.



Ini Pantry bersih, difoto persis setelah jadi. Jadi belum ada isinya..he.he. Gambar pemandangan sebelahnya adalah gambar halaman samping dari luar jendela kemar utama.





Ini, kamar kakak Fawwaz sekarang. Letaknya di lantai atas juga, berseberangan dgn kamar Ummi. Sebenarnya kamar ini before-nya belum pernah dipakai. Dan di renovasi supaya kakak Fawwaz mau mulai tidur sendiri. Dan rata2 dalam seminggu bisa tidur 3 malam, sisanya masih mau sama Ummi dan Abi..he.he... lumayanlah...step by step.

Gambar pemandangan di sebelahnya adalah gambar pemandangan keluar dari jendela kamar Kakak Fawwaz. Masih hijau, Alhamdulillaah. Mengurangi efek Global Warming.

Sisa fotonya belum sempat nih, ada kamar mandi utama, terus kamar pakaian dan library.
To be continue aja deh yaa.... sorry...

posted by Lili at 8:20 AM 17 comments



Friday, February 22, 2008

Postingan awal tahun yang sudah kelewatan lamaaaaaa

Woooooaaaaah, terbangun dari tidur panjang ternyata PR menumpuk. Yup, belum sempat posting cerita2 baru lagi. Kebablasan oleh rasa malas ternyata bisa menjadi konsistensi yang parah...hiiiiii. Sejak November 07 sampai sekarang baru mau otak atik blogger lagi. Kudu dijewer nih kupingnya si Ummi.

Comment Box sudah penuh oleh sapaan2 teman maya, tapi teteb si Ummi tidak bergeming. Usut punya usut, ternyata si Ummi lagi ketagihan buffering YouTube...yihaaa. Tapi jiga gaptek teeeaaa, Ummi belum mau join jadi member-nya. Soalnya sudah kebanyakkan account, serasa celeb.

Nah yang ini beneran celebrity photos. Silahkan menikmati aja deh.


ONE FINE DAY WITH SYAFIQ


"Tampangku saat kelaparan, Ummi lagi siapin makanannya. Tapi kok aku malah dipakein topi. Waa gayaku seperti Rapper saja ya?".

"Alhamdulillaah, aku sudah selesai makan nih. Kenyang deh, maaf yaa mukaku masih belepotan bubur..he.he..."

"Biarpun saat makan pakai bip (celemek makan), tapi teteb aja bajuku ikutan kotor kena bubur, jadinya weeeee aku gak pakai baju nih.....ihhh malu."





"Aku masih belum pakai baju nih. Kata Ummi rambutku sudah seperti Om Elvis, itu loh the King of Rock n Roll...wa kak kak. Ada jambulnya."

"Tuhkan jambulnya tinggi, Ummi bilang aku akan di ajak Ummi pergi ke salon utk potong rambut. Ummi aku pakai baju dulu dong, ntar masuk angin nih!"

"Nah ini dah rapih ni, lagi nunggu Ummi. Aku masih main di coat box. Bye bye, aku mau pergi dulu yaa sama Ummi."




"Kata Ummi aku pinter deh, pas potong rambut gak pake nangis. Trus aku duduk di kursi Bumbo-ku, biar bisa duduk tenang saat dipotong. Kursinya bawa sendiri dari rumah. Mbak, jangan dibotakkin ya, nanti aku jadi lebih mirip sama kakak kalau aku botak..ha.ha."

"Gile, ganteng banget yaa aku. Sudah rapi deh rambutku. Gak ada lagi jambul si Elvis. Pas di sana, aku sempat main komputer. Tapi kok leherku gatal2 yaa? Oh, ternyata masih banyak sisa rambut dileher dan dibadanku. Aku harus cepat2 pulang dan mandi supaya sisa2 rambut yang menempel bisa cepat dibersihkan."

"Sampai dirumah aku gak pakai baju lagi deh, mau siap2 mandi nih. Tapi aku olah raga dulu deh. Yaaaaaa, aku sedang yoga nih. Hayoo bisa gak ikutin gerakkanku?"





"Horeee, aku boleh mandi bareng sama kakak, bak mandinya kekecilan kalau untuk berdua. Dan mandinya jadi gak terlalu bersih deh. Ayo kak, sabunin aku dong? Eeeh, kakak kok malah merem sih?"

"Karena badanku belum bersih, Ummi mandikan aku lagi pakai shower. Iiiihh segar deh, airnya hangat dan badanku jadi bersih lagi deh.

"Tempat duduk Bumbo-ku berguna sekali deh, bisa juga aku pakai untuk mandi. Kata Ummi, jadi lebih gampang mandinya karena aku gak bisa bergerak kemana2 kalau pakai Bumbo."



"Sekarang aku siap2 tidur deh sama kakak. Kakak suka banget nemenin aku tidur di coat box aku. Padahal posisi tidurku jadi lebih sempit, kadang2 aku terbangun karena kena tendangan kaki kakak saat kami sama2 sedang tidur. Huuuaaaa, aku jadi nangis deh."

FIN

posted by Lili at 4:42 PM 24 comments



 

  Mi Familia

Assalaamu'alaikum, Thanx to you all yg udah mau mampir ke sini. Mohon maaf bila ada kesalahan dlm penulisan & smg bermanfaat. Wassalaam.

My Photo
Name: Lili Lengkana
Location: Jakarta, DKI, Indonesia

Blog ini ada Fawwaz, Ummi-Abi, kakek-nenek, mbah Dien, Oom-tante, pokoke komplit deh



  • Graduation Fawwaz & Koleksi Tas Daur Ulang Ummu Mu...
  • Lagi-lagi Pengolahan Sampah Rumah Tangga
  • Mau dikemanakan sampah organik Rumah Tangga kita?
  • Make Over
  • Postingan awal tahun yang sudah kelewatan lamaaaaa...
  • Campur-campur lageee
  • Waduh, ketinggalan banyak euy!!
  • Masa Penyembuhan Syafiq
  • Umurku sudah 1 bulan 9 hari
  • Titipan Allah yang kedua
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • March 2007
  • May 2007
  • June 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • November 2007
  • February 2008
  • March 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • AB-Jakarta
  • Ade/Freshy(Ghea's Mom)-Jkt
  • Ade-Bandung
  • Aika n Mom (Mbak Rosy)-Nihon
  • Aisha B.-Kuala Lumpur
  • Alia&Deny-Melbourne
  • Alice-USA
  • Andres-Jember
  • Andry-Surabaya
  • Anna-New Zealand
  • Anna Rakhma-Bekasi
  • Andian-Japan
  • Apey-Surabaya
  • Arma Guspia-Jakarta Selatan
  • Arnov-Jakarta
  • Ars-Yogya
  • Asri-Bandung
  • Astri(Keluarga Nugraha)-Aussie
  • Bagas, Funeno-Jepun
  • Bagus-Jakarta
  • B3akins-Jakarta
  • Bibip Bondry(Caca's Mom)-Nihon
  • Mpok Bina
  • Chie-Jakarta
  • Clodi-Jakarta Selatan
  • Kang Danu-Jakarta
  • Punya DE (Rafa's Mom)-Jakarta
  • D-Eby, Georgia, USA
  • Devita(Alya's Mom)-Jakarta
  • Dewi-Solo
  • Dody Mania-Indonesia
  • Doel or LEO-Just Write
  • Dydy-USA
  • Echa (Ra&Masha's Mom)
  • Elyn(Tafta's Mom)-Jakarta
  • Emil-Germany
  • Eni(Dina Susilo)-Jkt/Yogya
  • Eva (vanesa's Mom)-Cikampek
  • Fannie-Jakarta
  • Fay aka Fairuz Khairunnisa-Bogor
  • Febi Robianti-Bekasi
  • Frasta-Germany
  • Geek Girl-Korea
  • Hani-Lombok
  • Hanifa-Singapore
  • Heni(Fasha's Mom)-USA
  • Holly(Michael's Mom)-USA
  • Iman-Jakarta
  • Indra, The Lounge-Jakarta
  • Inong (Zidan-Syifa's Mom)-Jkt
  • Inta (Irsyad's Mom)-Germany
  • Irfan-Solo
  • Isna_nk-Yogya
  • JAF-Singapore
  • Kang Ebet
  • Kartina-Qatar
  • Laetitiamozz-Jakarta
  • Lia, Kel. Al Barra-USA
  • Lidya, Princess-USA
  • Lily-Mumbay
  • LienOtt-France
  • Lin-East Java, Indonesia
  • Linda-All Green
  • Linda(NDA)-Jakarta
  • Lisa(Najid Family)-India
  • Liza(sulaiman's Mom)-Riyadh
  • Leili (Zaza's Mom)-Sby
  • Lely (aka.Susje)-Netherland
  • Luigi- New York, Liberia
  • Maknyak-Montreal, Canada
  • MangDin-Pinggiran Jakarta
  • Marsuripilami-Purwokerto
  • Maryatni(Zubia's Mom)-Germany
  • Mela Sayang-Nihon
  • Mia-Germany
  • Miss L - France
  • Meutia(Dylan's mom)-MadisonUSA
  • Monic(Kay's Mom)-Jakarta
  • Mozzas-Tarian Waktu
  • Nadia(Isya-Ayya's Mom)-jkt
  • Naga Sundani-KIK
  • Natalia(Meyra's Mom)-Holland
  • Neenoy(Bintang's Mom)-jkt
  • Nelfa-Nihon
  • Nien, Ordinary-Surabaya
  • Nike Yudi - Holland
  • Mbak Nila (aka. Koeniel)-jkt
  • Nina-Qatar
  • Novi-USA
  • Mbak Nug-Hamburg, Germany
  • Oesoep-Pontianak
  • OP-Malaysia
  • Kang Ozzan Family
  • Ozzie-Jakarta
  • Pipin(farizFaza's Mom)-Germany
  • Poppy-Jakarta
  • Putri-Jakarta
  • Qoiq-Palembang
  • Rahmi(Yomori's Mom)-Nihon
  • Rahmi S.(Keluarga Hamdan)-Jkt
  • Ranids(Maharani Dewi S)-Jkt
  • Ratih-France
  • Ria-North Caroline,USA
  • Retma(Nikki's Mom)-Jkt
  • RICOREA
  • Rifie-Jakarta
  • Ririn-Jakarta
  • Rosalina(Shafiya's Mom)-Sby
  • Rosy(Rafi's Mom)-Surabaya
  • Rozi-Jakarta
  • Ruthy (Hamdani Family)-USA
  • Mbak Sa (Sketsa hati)
  • Safarindiyah(Irsyad's Mom)-Tokyo
  • Miss Saiko-Malang, Surabaya
  • Sam-Jakarta
  • Sandra Narita-Bandung
  • Sarie (Nathan's Mom)-Jakarta
  • Sekolah Alam (Ummi Luthfi&Rafi)
  • Sekolah Alam (Ummi Nanda)
  • Sherly-UK
  • Shofa-Jakarta
  • Siberia-Journey to the sun-Nihon
  • Siwoer, Jakarta
  • Stephen Newton-Florida,USA
  • Sya (Mirza's Mom)
  • Tian Arief, Gatra
  • Ti2n-Nihon
  • Tuteh
  • Ummi Nida-Singapore
  • Uli Pohan-Jakarta
  • Vivie-Germany
  • Mbak Vivin-Jakarta
  • Vena(Valdean's mom)-DenverUSA
  • Wasugi-Cairo
  • Way-Jakarta
  • Widie(Akbar's Mom)-USA
  • Widya (Aden's Mom)-Nihon
  • Wisa-Jakarta
  • Yanis-Nihon
  • Yanti (Naila's Mom)
  • Yaya-Jakarta
  • Yuni(Dinda&Dimas's Mom)
  • Pak Zuki-Jakarta
  • Zwei, De Javu-Bandung
  • Islamic Finder
  • My Bloggie-ShortSummary
  • BlogFam Community
  • Indonesian Muslim Blogger
  • Buku Keroyokan Pertamaku
  • Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x
  • Powered by Blogger


    ©2006 Mi Familia. All Rights Reserved. Template by aDe.